iklan - scroll untuk melanjutkan membaca.

Petinggi Google buka-bukaan pendekatan AI untuk konten kreatif

Seiring dengan pesatnya kemajuan AI, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana pendekatan yang seimbang dalam penggunaan konten kreatif.

author photo
A- A+
Presiden Urusan Global Google & Alphabet, Kent Walker | @youtube
Presiden Urusan Global Google & Alphabet, Kent Walker, mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mempercepat kemajuan dengan cara yang mendalam. AI tidak hanya membentuk ulang rutinitas harian, tapi melampaui batas penemuan ilmiah dan kreativitas manusia. Perkembangan ini menghadirkan peluang besar, serta menimbulkan tantangan yang perlu diatasi secara seimbang.
"Namun seiring dengan pesatnya kemajuan AI, bagaimana kita harus mempromosikan pendekatan yang seimbang terhadap penggunaan konten kreatif dalam pelatihan model AI? Hal ini melampaui teknis hukum untuk menyentuh masa depan inovasi AI dan kreativitas manusia," jelas Walker, dikutip topik.id Kamis (3/4/2025).
Seiring dengan pesatnya kemajuan AI, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana mempromosikan pendekatan yang seimbang dalam penggunaan konten kreatif untuk pelatihan model AI. Walker menekankan bahwa diskusi ini tidak hanya berkutat pada aspek teknis hukum, tapi menyentuh masa depan inovasi AI serta kreativitas manusia yang semakin berkembang juga.

Dalam sejarah teknologi, setiap inovasi yang memungkinkan penciptaan dan transmisi pengetahuan, seperti mesin cetak, televisi kabel, hingga internet, selalu menimbulkan perdebatan mengenai cara menciptakan dan berbagi nilai. Hal yang sama kini terjadi pada AI, yang membuka berbagai kemungkinan baru dalam industri kreatif.

Menurut Walker, pengembang AI dapat mengambil langkah-langkah untuk mendukung industri kreatif dan membantu membangun ekosistem AI yang saling menguntungkan. Hal ini melibatkan pertimbangan terhadap keluaran model AI, cara model tersebut dilatih, serta bagaimana AI dapat menciptakan nilai yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.

"Dalam kasus AI, pengembang dapat mengambil sejumlah langkah untuk mendukung industri kreatif dan membantu membangun ekosistem AI yang berkembang yang menguntungkan semua orang. Pendekatan apa yang masuk akal untuk keluaran model AI, pelatihan model tersebut, dan cara baru AI dapat menciptakan nilai bersama?" ungkapnya.

Salah satu tantangan utama dalam penggunaan AI adalah menilai keluaran yang dihasilkan. Apakah kata-kata yang dibuat dengan pena, mesin ketik, atau AI memiliki potensi pelanggaran hak cipta? Begitu juga dengan karya seni yang dibuat menggunakan kuas, grafik komputer, atau AI. Oleh karena itu, penilaian terhadap kesamaan karya baru dengan karya lama menjadi faktor penting.

Teknologi seperti filter keluaran dapat membantu mengurangi kemungkinan pelanggaran hak cipta dengan membatasi hasil AI yang secara substansial mirip dengan karya asli. Selain itu, model AI juga terus dikembangkan untuk mampu memberikan penilaian yang lebih cermat terhadap kesamaan karya berdasarkan berbagai faktor yang relevan.

Untuk meningkatkan transparansi, informasi tentang asal-usul konten, seperti tanda air atau metadata, menjadi semakin penting. Google telah memelopori alat SynthID yang dapat menandai konten AI, serta bergabung dengan Koalisi untuk Asal-usul dan Keaslian Konten (C2PA). Upaya ini bertujuan untuk membantu konsumen dalam menilai keaslian konten yang mereka konsumsi.

Dalam hal pelatihan model AI, penting untuk memastikan bahwa penggunaan konten dari web dilakukan secara bertanggung jawab. Meskipun di beberapa negara praktik ini dianggap sebagai penggunaan wajar, tetap diperlukan standar yang memastikan bahwa pemilik konten memiliki opsi untuk memilih apakah data mereka boleh digunakan dalam pelatihan AI.

Standar industri seperti protokol robot.txt telah lama digunakan untuk mengontrol bagaimana perayap web mengakses konten. Kini, ribuan penerbit web juga mengadopsi protokol Google-Extended serta standar serupa dari perusahaan lain untuk melindungi data mereka. Pengembang AI harus terus mengikuti perkembangan standar ini agar pelatihan AI tetap berlangsung dengan cara yang adil dan sah.

"Untuk memperoleh konten secara bertanggung jawab dan sah, seperti dengan memberi situs web kemampuan untuk memilih agar konten atau informasi di situs mereka tidak digunakan untuk pelatihan AI. Standar industri yang ada yang mengatur perayapan web merupakan cara penting untuk mencapai hal ini. Standar ini sederhana dan dapat diskalakan, serta dibangun di atas protokol robot.txt yang dapat dibaca mesin yang telah lama ada dan digunakan secara luas di seluruh web untuk mengontrol bagaimana konten mereka diakses oleh perayap web," terangnya.

Selain itu, ada kebutuhan untuk menghindari penggunaan suara dan gambar individu tanpa izin. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah kerangka kerja berbasis sistem "pemberitahuan dan penghapusan," seperti yang sudah ada dalam perlindungan hak cipta. Dengan pendekatan ini, individu memiliki mekanisme untuk melindungi hak mereka dari penyalahgunaan AI.

AI juga membuka peluang bagi industri kreatif untuk berbagi nilai dan memperluas pasar. Pengembang AI dapat bekerja sama dengan penerbit konten untuk menciptakan model bisnis baru yang menguntungkan kedua belah pihak. Salah satu caranya adalah dengan mengarahkan lalu lintas ke penyedia konten melalui integrasi AI dalam pencarian informasi.

Kemitraan komersial antara pengembang AI dan penerbit konten dapat menjadi strategi yang saling menguntungkan. Misalnya, ketika layanan AI mendasarkan responsnya pada fakta dari situs web tertentu, hal ini dapat menghasilkan lalu lintas tambahan bagi penerbit serta meningkatkan keakuratan informasi yang disajikan oleh AI.

Ke depan, kolaborasi antara pengembang AI dan industri media serta kreatif menjadi semakin penting. Google, misalnya, telah menandatangani perjanjian dengan beberapa penerbit untuk penggunaan data secara khusus. Selain itu, mengembangkan perangkat AI seperti Pinpoint yang membantu jurnalis dalam menelusuri dan menganalisis data dengan lebih efisien.

"Pengembang AI dan penerbit konten juga bekerja sama dalam perjanjian konten baru untuk penggunaan data khusus atau nonpublik untuk tujuan pelatihan. Pengembang AI semakin belajar cara menilai kegunaan konten individual untuk berbagai aplikasi AI. Google telah menandatangani perjanjian dengan beberapa penerbit untuk hak data yang luas dan kami terus mengeksplorasi peluang baru," jelasnya.


Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks