Jangan kaget, segini belanja iklan politik Partai Gerindra di Meta

Dengan adanya laporan ini, publik dapat memahami sejauh mana platform teknologi seperti Meta digunakan untuk memengaruhi opini publik.

author photo
A- A+
cover: topik.id
Meta Platform, Inc., perusahaan teknologi asal Amerika Serikat di balik platform media sosial terpopuler Facebook, Instagram, Threads hingga aplikasi pesan WhatsApp, telah meraup pendapatan ratusan miliar rupiah dari iklan yang terkait dengan isu sosial, pemilu, dan politik di Indonesia. 

Data ini tersedia untuk diakses secara publik melalui Laporan Galeri Iklan Meta, yang memberikan wawasan mendalam tentang belanja iklan di berbagai kategori tersebut. Lantas berapa belanja iklan politik Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dinahkodai Prabowo Subianto yang kembali menjadi Ketua Umum periode 2025—2030 Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia? 

Melalui laporan ini, Meta menyediakan fasilitas dan fitur untuk menjelajahi, memfilter, dan mengunduh data iklan berdasarkan berbagai parameter. Publik dapat melihat total belanja iklan, informasi pengiklan spesifik dan pembelanjaan yang dipecah berdasarkan lokasi geografis. Dengan demikian, laporan ini menjadi alat penting bagi publik yang ingin memahami tren periklanan di ranah sosial dan politik di Indonesia, terlepas dari dampak sosial yang diberikan atau hanya sekadar hanya ingin menaikan popularitas.
"Laporan yang bisa diakses publik ini merupakan bagian dari upaya Meta untuk meningkatkan transparansi dalam periklanan," tulis Meta di laman laporan galeri iklan, Sabtu (15/2/2025).
Laporan Galeri Iklan Meta merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan transparansi dalam periklanan digital. Dengan menyediakan akses publik terhadap data ini, Meta memberikan gambaran singkat mengenai bagaimana teknologi mereka digunakan untuk mendukung berbagai isu sosial dan politik.

Salah satu fitur utama dalam laporan ini adalah kemampuan untuk membandingkan pengeluaran iklan dari berbagai pengiklan. Misalnya, pengguna dapat mengetahui berapa banyak anggaran yang dikeluarkan oleh pengiklan tertentu untuk iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik di platform Meta.

Meta mendefinisikan iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik berdasarkan beberapa kriteria. Salah satunya adalah jika iklan tersebut dibuat oleh, atas nama, atau tentang calon pejabat publik, tokoh politik, partai politik, atau komite gerakan politik tertentu.

Selain itu, iklan yang berkaitan dengan pemilu atau inisiatif pemungutan suara, termasuk kampanye yang mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, juga masuk dalam kategori ini. Definisi ini mencakup beragam aktivitas yang terkait dengan proses demokrasi.

Iklan yang membahas isu sosial di berbagai wilayah tempat iklan ditayangkan juga termasuk dalam kategori ini. Hal ini mencakup isu-isu yang mungkin menjadi perhatian masyarakat luas, seperti lingkungan, hak asasi manusia, atau reformasi kebijakan tertentu.

"Jelajahi, filter, dan unduh data untuk iklan terkait masalah sosial, pemilu, atau politik. Lihat keseluruhan total belanja, yang dibelanjakan oleh pengiklan spesifik, dan pembelanjaan data berdasarkan lokasi geografis," terangnya.

Di beberapa kasus, iklan juga dapat diatur sebagai iklan politik jika memenuhi regulasi tertentu di wilayah tempat iklan tersebut ditayangkan. Hal ini menunjukkan komitmen Meta untuk mematuhi hukum yang berlaku di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan adanya laporan ini, publik dan peneliti dapat memahami sejauh mana platform teknologi seperti Meta digunakan untuk memengaruhi opini publik. Data ini juga dapat digunakan oleh pengamat politik hingga aktivis untuk mengawasi aktivitas kampanye yang berlangsung secara digital oleh para partai politik.

Meta raup ratusan miliar.

sumber: @meta
Dari penelusuran topik.id, Sabtu (15/2/2025) total belanja iklan yang dicatat dalam laporan ini menunjukkan skala aktivitas periklanan yang berlangsung di Indonesia terkait isu sosial, pemilu dan politik. Dalam laporan terbaru, tercatat ada lebih dari 500 ribu iklan yang telah diajukan sejak Agustus 2020, dengan total belanja mencapai lebih dari Rp122 miliar lebih.

"Total Galeri Iklan. Menyertakan iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik (sejak Agustus 2020), Jumlah total iklan di Galeri Iklan 503.323. Total dibelanjakan Rp 123.267.100.285," keterangan resmi Meta dalam laporan itu.

Besarnya investasi yang dilakukan oleh pengiklan untuk memanfaatkan platform Meta sebagai alat kampanye. Hal ini juga mengindikasikan peran penting teknologi digital dalam dinamika sosial dan politik di Indonesia.

Meta mengategorikan iklan sebagai iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik jika iklan:
  • Dibuat oleh, atas nama, atau tentang calon pejabat publik, tokoh politik, partai politik, komite gerakan politik, atau dukungan terhadap hasil pemilihan pejabat publik; atau
  • Berisi tentang pemilu, referendum, atau inisiatif pemungutan suara apa pun, termasuk kampanye "gunakan hak pilih" atau pemilu; atau
  • Tentang isu sosial di mana pun tempat iklan ditayangkan; atau
  • Diatur sebagai iklan politik.
Dengan semakin besarnya penggunaan teknologi digital dalam kampanye politik, laporan seperti ini menjadi semakin relevan. Transparansi yang ditawarkan oleh Meta diharapkan dapat membantu masyarakat lebih kritis terhadap informasi yang di terima publik.

Selain itu, sekaligus mendukung demokrasi yang lebih sehat dan membuka akses belanja iklan politik para partai politik di Indonesia dengan jumlah sebenarnya kepada publik secara real-time tanpa membatasi waktu dengan minimal tujuh hari dan maksimal tiga bulan.

Belanja iklan Partai Gerindra di Meta.

sumber: @meta

Berdasarkan data dari Meta, total jumlah yang telah dibelanjakan Partai Gerindra untuk iklan politik sejak 4 Agustus 2020 hingga 12 Februari 2025 mencapai Rp 312.559.548. Dari jumlah tersebut, Rp 310.031.211 tercatat berasal dari pengeluaran resmi yang terverifikasi.

"Total jumlah yang dibelanjakan Rp 312.559.548, 4 Agu 2020 - 12 Feb 2025 in Indonesia. Estimasi jumlah total uang yang dibelanjakan pengiklan ini untuk iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik," tulis Meta dalam laporan itu, Sabtu (15/2/2025).

Pengeluaran Mingguan.

Dalam periode 6 Februari hingga 12 Februari 2025, Partai Gerindra tidak mencatatkan pengeluaran iklan politik, dengan total belanja iklan selama satu minggu tersebut sebesar Rp 0. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas promosi berbayar yang dilakukan melalui Meta selama rentang waktu tersebut.

"Pengeluaran minggu lalu Rp 0, 7 hari • 6 Feb - 12 Feb 2025 in Indonesia. Estimasi jumlah uang yang dibelanjakan pengiklan ini selama seminggu terakhir untuk iklan tentang masalah sosial, pemilu, atau politik," tulis Meta dalam laporan di bagan Mingguan.

Transparansi Halaman.

sumber: @meta

Partai Gerindra memiliki akun resmi di Facebook dan Instagram yang telah diverifikasi oleh pihak Meta, yaitu:
  • Facebook (@gerindra) dengan 3,5 juta pengikut.
  • Instagram (@gerindra) dengan 1,8 juta pengikut.
Selain itu, halaman ini telah dibuat sejak 7 September 2011 dan belum pernah mengalami perubahan nama ataupun penggabungan dengan halaman lain.

"Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, Meta membagikan informasi selengkapnya tentang Halaman dan orang yang mengelolanya," jelas Meta.
Share:
Premium.
Komentar
Komentar sepenuhnya tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Update
Indeks